Pada awal Misa, umat mengakui dosa melalui rumus Saya Mengaku. Di dalamnya, umat memohon kepada Santa Perawan Maria, para malaikat, para kudus, dan seluruh saudara seiman agar mendoakan mereka kepada Allah. Mengapa Maria dan para kudus dilibatkan dalam doa yang ditujukan kepada Allah?
Pernyataan Tobat bukanlah Sakramen Tobat dan tidak menggantikan pengakuan dosa pribadi. Ritus ini mempersiapkan umat untuk merayakan misteri suci dengan hati yang rendah dan terbuka. Ketika memohon doa Maria dan para kudus, umat mengakui bahwa hidup kristiani tidak dijalani sendirian. Seluruh Gereja—yang masih berziarah di dunia maupun yang telah dimuliakan bersama Allah—dipersatukan dalam Kristus.
Maria tidak ditempatkan sebagai pengganti Kristus. Kristus tetap satu-satunya Pengantara keselamatan. Doa syafaat Maria bergantung sepenuhnya pada pengantaraan Kristus dan mengantar umat kepada-Nya. Penyebutan Maria justru menampakkan iman akan persekutuan para kudus: anggota-anggota Tubuh Kristus saling mendoakan.
Jadi, nama Maria disebut bukan karena Allah membutuhkan perantara agar bersedia mengampuni, melainkan karena Gereja adalah keluarga Allah. Dalam keluarga iman ini, pertobatan pribadi sekaligus menjadi permohonan seluruh Gereja.
Rujukan Gereja: Katekismus Gereja Katolik (KGK) 956–957, 969; Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) 51.